Wednesday, December 29, 2010

Karya Tulis Lomba XL Award 2010

Kovergensi IT dan Telekomunikasi : Sebuah Keniscayaan

bagi Kebutuhan Masyarakat

Oleh : Rukan Faiz Nur Rabbani

Dinamika kehidupan masyarakat akan terus berubah. Perubahan tersebut menuntut ketersediaan fasilitas penunjang yang bersifat adaptif dan responsif. Harus adaptif karena kemampuannya harus dapat menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Juga wajib bersifat responsif karena perkembangannya harus dapat mengimbangi ritme dinamika kehidupan disertai perubahan tuntutan yang begitu cepat. Kedua sifat ini berkomplementer. Dimana adaptifitas yang tinggi menuntut responsifitas yang tinggi pula. Sedangkan responsifitas yang tinggi tak akan mungkin tercapai tanpa adaptifitas yang juga tinggi.

Jawaban dari tuntutan tersebut berwujud dalam sebuah benda atau alat yang kemampuannya lazim digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Kemampuan yang tertanam dalam alat tersebut merupakan proyeksi dari kebutuhan masyarakat yang dapat dipenuhinya. Sedangkan eksistensi dari alat tersebut merupakan refleksi dari kebutuhan masyarakat pada eranya.

Diferensiasi setiap era dalam kehidupan manusia merupakan pencerminan dari dinamika kehidupan manusia yang terus berubah. Kita dapat mengenali bahwa pada era industrialisasi manusia berlomba-lomba untuk menemukan cara memproduksi sesuatu dalam skala besar dengan tingkat efektifitas dan efisiensi produksi yang lebih tinggi. Pada era tersebut banyak terdapat penemuan baru dalam sistem mekanisme industri. Seperti ditemukannya mesin uap dan banyak lagi penemuan yang menunjang perkembangan pada era tersebut.

Kini manusia telah memasuki era teknologi. Prinsip dasar dari era teknologi ini adalah penyederhanaan. Pada era ini segala sesuatu dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana namun dikerjakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi kinerja yang lebih tinggi dengan menggunakan perangkat teknologi untuk kemudian menghasilkan sesuatu yang lebih.

Dengan kata lain pada era ini manusia bekerja lebih sedikit untuk hasil yang lebih banyak karena setiap kebutuhan manusia pada era ini berusaha diterjemahkan ke dalam perangkat teknologi. Fitur-fitur yang tertanam dalam setiap perangkat teknologi tersebut memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan terkait. Canggihnya lagi, pada era ini banyak hal yang tadinya tidak mungkin dilakukan kemudian menjadi mungkin oleh karena berkembangnya teknologi.

Maka dari itu teknologi kemudian menjadi semacam kebutuhan bagi masyarakat. Termasuk di antaranya adalah teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan sesuatu sebagai alat bantu proses, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan sesuatu sebagai alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Kebutuhan manusia atas teknologi informasi dan komunikasi ini berawal ketika manusia mulai berupaya untuk mendobrak keterbatasan ruang dan waktu. Sebelum adanya teknologi ini, untuk menyampaikan sebuah informasi ke suatu tempat dibutuhkan perpindahan manusia yang menyertai. Karena perbedaan ruang tersebut manusia harus menyita waktu hanya untuk menyampaikan informasi. Kendala tersebut pada akhirnya terjawab oleh penemuan telepon yang memungkinkan manusia untuk menyampaikan informasi pada tempat yang berbeda tanpa harus berpindah tempat dan menyita waktu.

Seiring dengan perkembangan kebutuhan, manusia memiliki kepentingan untuk menyampaikan informasi dalam berbagai format. Tak hanya dalam format transmisi gelombang suara yang sifatnya tidak dapat disimpan, manusia pada akhirnya memiliki kepentingan untuk menyampaikan informasi dalam format teks, gambar, maupun video yang kemudian dapat disimpan sehingga informasi yang tersampaikan dapat dijaga otentitasnya.

Dengan adanya perkembangan kebutuhan seperti itu, manusia membutuhkan alat yang dapat digunakan untuk memproses serta mengolah beragam jenis informasi dalam berbagai format. Maka diciptakanlah teknologi informasi yang diterjemahkan dalam beragam jenis perangkat yang menjawab tuntutan kebutuhan tersebut.

Keberadaan teknologi informasi ini dikembangkan untuk pengadaan teknologi di berbagai bidang. Penggunaannya semakin meluas pada berbagai bidang kehidupan. Baik pada sektor formal maupun informal. Tak hanya dalam bidang pertahanan, pemerintahan, ekonomi, politik, dan pendidikan, namun juga dipergunakan sebagai penunjang kebutuhan manusia atas hiburan serta kehidupan sosial.

Setelah adanya teknologi informasi, perkembangan berbagai bidang kehidupan manusia semakin pesat. Teknologi ini memungkinkan manusia untuk menjalankan berbagai proses yang saling terintegrasi menjadi sebuah kesatuan sistem yang aplikasinya disesuaikan pada kebutuhan di setiap bidang kehidupan. Eksistensi teknologi informasi ini pada aplikasinya harus ditunjang dengan keberadaan teknologi telekomunikasi. Dengan begitu akan tercipta jaringan tak terbatas sehingga pemanfaatan dari kedua teknologi ini dapat dirasakan di berbagai belahan dunia tanpa batasan waktu. Maka dari itu konvergensi teknologi informasi (IT) dan telekomunikasi adalah sebuah keniscayaan.

Secara harfiah, konvergensi berarti bertemunya dua elemen atau lebih pada satu titik. Dalam konteks ini, konvergensi IT dan telekomunikasi berarti penyatuan aplikasi teknologi informasi dan telekomunikasi disertai runtuhnya penghalang yang sebelumnya memisahkan kedua teknologi tersebut.

Pada dasarnya kedua teknologi tersebut memang seperti ditakdirkan untuk berkonvergen. Pada masa awal era teknologi pun kedua teknologi ini sudah berkonvergen. Kita dapat melihatnya pada generasi awal telepon yang ditemukan Alexander Graham Bell. Pada saat itu telepon hasil penemuan Alexander Graham Bell pun merupakan hasil konvergensi IT dan telekomunikasi. Dikatakan seperti itu karena Graham Bell sudah memadukan teknologi yang dapat mentrasmisi suara menjadi gelombang dengan teknologi yang memungkinkan komunikasi antara satu perangkat dengan perangkat lainnya yang berbeda tempat. Begitu juga dengan radio dan televisi generasi pertama.

Namun produk hasil konvergensi lanjutan IT dan telekomunikasi dapat kita lihat melalui perkembangan teknologi handphone. Pada awalnya handphone hanya diperuntukkan sebagai alat telekomunikasi. Kemudian lahirlah pengembangan dari fungsi dasar handphone yang terbatas sebagai alat telekomunikasi dengan ditanamkannya fitur yang dapat digunakan untuk mengirim pesan singkat, mendengarkan siaran radio, mengambil gambar, menyimpan video, memutar musik, internet browsing dan banyak fungsi lainnya yang kini terintegrasi dalam sebuah smartphone.

Dengan fungsi sebuah smartphone yang begitu beragam, dapat dikatakan bahwa kini manusia dapat menjalankan berbagai fungsi perangkat teknologi dalam sebuah genggaman. Padahal sebelumnya manusia harus menyalakan radio untuk mendengarkan siaran radio, menjalankan komputer untuk internet browsing, membawa kamera untuk mengambil gambar, serta banyak lagi kemudahan yang ditawarkan sebuah smartphone bagi kehidupan manusia.

Itulah sebuah contoh nyata manfaat dari konvergensi IT dan telekomunikasi yang perkembangannya sangat pesat. Bahkan dapat dikatakan bahwa perkembangan di bidang IT dan telekomunikasi merupakan perkembangan yang paling pesat karena aplikasinya digunakan pada berbagai bidang.

Jika kita melihat pemanfaatan IT dan telekomunikasi lebih luas lagi, pemanfaatan dari konvergensi kedua teknologi ini seolah menawarkan keajaiban atas tuntutan kebutuhan manusia. Bagaimana tidak, IT dan telekomunikasi seolah membuat dunia ini tanpa batas. Bahkan ada istilah yang menyatakan bahwa kini manusia hidup dalam sebuah dunia yang ‘rata’, “World is a Flat”. IT dan telekomunikasi membuat segalanya dalam jangkauan.

Hal tersebut tentunya membuat kehidupan semakin dinamis, karena proses pengolahan dan penyampaian informasi yang tadinya menyita waktu perlahan-lahan dikikis oleh kehadiran IT dan telekomunikasi. Terjadinya percepatan tersebut memungkinkan terjadinya lebih banyak pencapaian dalam berbagai bidang. Apalagi percepatan tersebut terekskalasi oleh proses perkembangan fungsi IT dan telekomunikasi yang dapat diaplikasikan.

Keberadaan IT dan telekomunikasi juga telah mengubah paradigma manusia terhadap berbagai bidang kehidupan. Sebelumnya kehidupan manusia seolah berada pada sebuah trek lurus bernama pakem pada setiap bidang kehidupan. Namun keberadaan IT dan telekomunikasi membuat pakem itu terbantahkan, sehingga kehidupan manusia seolah berada pada sebuah trek yang memiliki banyak percabangan. Percabangan itu ibaratnya adalah pilihan manusia untuk melakukan sesuatu dengan cara dan alternatif baru yang pada masa sebelumnya belum ditemukan.

Contoh mudahnya misalnya dalam bidang pendidikan. Pada masa sebelum konvergensi IT dan telekomunikasi, manusia menerapkan pendidikan dengan cara yang saat ini bisa disebut konservatif, yaitu hanya sebatas penggunaan buku cetak serta interaksi secara langsung dengan pengajar.

Hal itu kontras dengan saat ini di mana manusia dapat menerapkan pendidikan dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif, misalnya dengan video pembelajaran interaktif dalam pembelajaran biologi yang memberikan gambaran secara nyata mengenai alat pencernaan manusia. Hal tersebut dimungkinkan berkat hadirnya kamera perekam sangat kecil yang dapat memasuki saluran pencernaan manusia. Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif semacam ini banyak menghasilkan cakrawala pengetahuan baru yang sebelumnya tidak mungkin didapatkan karena keterbatasan dari kemampuan perangkat yang digunakan.

Namun seiring berjalannya waktu, kian disadari bahwa IT dan telekomunikasi mempunyai titik lemah. Sistem kerjanya yang bersifat universal membuat akses terhadap privasi seseorang kian mudah. Hal tersebut menciptakan kecemasan akan batas-batas privasi yang kian kabur. Kecemasan semacam itu bukannya tanpa alasan, karena hal tersebut menyangkut keamanan seseorang yang seharusnya terlindungi.

Bahkan penerapannya dalam lingkup kerja yang lebih luas pun dapat menjadi bumerang, seperti misalnya pada penerapan sistem IT dan telekomunikasi dalam bidang pemerintahan dan pertahanan. Tanpa proteksi yang memadai, informasi dari suatu negara dapat dibocorkan dengan mudahnya oleh pihak lain yang berpotensi menghancurkan negara tersebut. Potensi ini tentunya mengancam keamanan serta kedaulatan suatu negara.

Maka dari itu perlu adanya sinergi antara pemerintah sebagai pembuat undang-undang dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang IT dan telekomunikasi. Sinergi ini dimaksudkan untuk meningkatkan proteksi terhadap privasi pengguna jasa IT dan telekomunikasi. Kerawanan atas penggunaan IT dan telekomunikasi itu perlu diminimalisir dengan peraturan jelas mengenai pemanfaatan IT dan telekomunikasi yang tertuang dalam bentuk undang-undang atau semacamnya yang memiliki dasar hukum.

Tanggungjawab tersebut merupakan tanggungjawab pemerintah, khususnya lembaga yang berfungsi membuat perundang-undangan untuk memberikan perlindungan atas pemanfaatan IT dan telekomunikasi yang berada dalam teritorialnya. Sedangkan perusahaan dalam bidang IT dan telekomunikasi memiliki tanggungjawab untuk menciptakan sistem yang aman bagi penggunanya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Dari kedua fungsi tanggungjawab tersebut dapat disimpulkan bahwa butuh pengertian dan kesepahaman antara pemerintah dan perusahaan IT dan telekomunikasi untuk sama-sama bertanggungjawab menyediakan sistem yang aman bagi penggunanya.

Dalam skala global, bahkan diperlukan adanya peraturan mengikat yang bersifat universal atas pemanfaatan IT dan telekomunikasi. Hal tersebut diperlukan mengingat jangkauan IT dan telekomunikasi yang menembus lintas batas antar negara dan antar pemerintahan.

Terwujudnya sistem IT dan telekomunikasi yang aman tentunya akan meningkatkan kepercayaan penggunanya. Kepercayaan itu kemudian dapat meningkatkan penggunaan jasa IT dan telekomunikasi. Sehingga kemudian masyarakat sebagai pengguna jasa IT dan telekomunikasi dapat memanfaatkan jasa IT dan telekomunikasi secara lebih luas lagi termasuk untuk hal-hal yang membutuhkan keamanan tingkat tinggi.

Keamanan yang memadai juga akan mendorong aktifitas transaksi yang memanfaatkan jasa IT dan telekomunikasi. Keraguan atas sistem e-commerce yang selama ini terbukti belum cukup aman harusnya tak perlu terjadi. Dengan begitu pada akhirnya pemanfaatan IT dan telekomunikasi akan meningkatkan perekonomian karena penyelenggaraan perekonomian dapat dilakukan melalui alternatif baru dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Selain itu, sistem IT dan telekomunikasi yang aman akan mendorong pemanfaatannya sebagai fasilitas jaringan rahasia. Misalnya jaringan dalam bidang pemerintahan dan pertahanan. Kedua bidang tersebut membutuhkan keamanan tingkat tinggi atas data-data yang terdapat pada sistem jaringan yang digunakan. Pemanfaatan ini digunakan dalam rangka untuk memperlancar komunikasi dan meningkatkan ketersediaan data-data rahasia yang bisa diakses dengan mudah, di mana pun dan kapan pun.

Konvergensi IT dan telekomunikasi memang memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, konvergensi ini dapat menimbulkan dua kemungkinan. Yaitu terjadinya kompetisi yang lebih besar atau konsentrasi yang lebih besar bagi perusahaan yang bergerak di bidang IT dan telekomunikasi.

Dua kemungkinan tersebut dapat terjadi karena dalam proses konvergensi IT dan telekomunikasi terdapat peleburan-peleburan berbagai aplikasi perangkat yang tadinya terpisah kemudian menjadi satu. Peleburan aplikasi itu kemudian akan diikuti oleh peleburan perusahaan yang mengelola jasa IT dan telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan yang tadinya berbeda dan terpisah menyediakan jasa aplikasi IT dan telekomunikasi, kemudian akan berkonvergensi menjadi satu kesatuan perusahaan baik melalui proses akuisisi, merger, maupun persaingan pasar.

Kompetisi yang lebih besar akan terjadi ketika peleburan perusahaan akan menghasilkan perusahaan baru yang memiliki kinerja serta daya saing yang lebih tinggi. Sehingga persaingan antar perusahaan akan semakin ketat. Sedangkan konsentrasi yang lebih besar akan terjadi ketika peleburan perusahaan mengakibatkan penumpukan pengelolaan jasa IT dan telekomunikasi pada suatu perusahaan, sehingga mengakibatkan melemahnya daya saing antar perusahaan berbeda. Hal tersebut kemudian juga dapat menyebabkan semakin rendahnya fungsi kontrol terhadap pengelolaan jasa IT dan telekomunikasi karena terjadinya monopoli oleh suatu perusahaan.

Namun terlepas dari dua kemungkinan tersebut, perusahaan pengelola jasa IT dan telekomunikasi harus dapat mengakomodasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. PT XL Axiata Tbk (XL) sebagai salah satu perusahaan pengelola jasa IT dan telekomunikasi selama ini telah menunjukkan hal tersebut. Penyediaan jasa IT dan telekomunikasi oleh PT XL Axiata Tbk (XL) selalu beradaptasi merespon perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat.

Dapat dikatakan seperti itu karena kebutuhan masyarakat terhadap jasa IT dan telekomunikasi selalu berubah sesuai dengan proses konvergensi yang terjadi dalam bidang IT dan telekomunikasi. Lahirnya teknologi smartphone adalah sebuah contoh. Kelahiran teknologi baru tersebut direspon oleh PT XL Axiata Tbk (XL) dengan menyediakan layanan bagi aplikasi yang tertanam dalam sebuah smartphone. Kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap IT dan telekomunikasi juga mendorong PT XL Axiata Tbk (XL) untuk memberikan layanan jasa dengan biaya semurah-murahnya.

Adaptivitas dan responsifitas yang ditunjukan PT XL Axiata Tbk (XL) menjadikan jasa perusahaan tersebut sebagai salah satu jasa IT dan telekomunikasi yang paling diminati masyarakat Indonesia. Hal tersebut tercapai berkat komitmen tinggi PT XL Axiata Tbk (XL) untuk memberikan layanan yang tak hanya murah, namun juga dengan kualitas layanan yang baik.

Layanan jasa yang ditawarkan PT XL Axiata Tbk (XL) tersebut memiliki peran dalam meningkatkan penggunaan IT dan telekomunikasi. Bukan hanya kuantitas penggunaan yang ditingkatkan, tapi juga dari segi kualitasnya. Tentunya hal tersebut berdampak positif pada kemajuan teknologi di Indonesia. Pemanfaatannya yang meningkat menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya arti pemanfaatan IT dan telekomunikasi dalam kehidupan mereka.

Seiring dengan peningkatan tersebut, kehidupan masyarakat Indonesia saat ini berjalan lebih dinamis karena terciptanya alternatif baru dalam berkomunikasi yang efektif dan efisien. Berbagai kemudahan dan keringanan ditawarkan melalui pemanfaatan IT dan telekomunikasi. Terlebih dengan hadirnya layanan jasa dari PT XL Axiata Tbk, di mana layanan yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

DATA PENULIS

Nama : Rukan Faiz Nur Rabbani

Jenis Kelamin : Laki - Laki

Tempat, Tanggal Lahir : Bogor, 29 April 1994

Kebangsaan : Indonesia

Agama : Islam

Pekerjaan : Pelajar Kelas 3 SMA

No. Telepon / HP : 0251 – 7543475 (Rumah) / 08777 086 1068 (Handphone)

Alamat : Bukit Cimanggu City, Taman Mediterania Blok A2 No. 21 Bogor 16161

Alamat Email : faiz.rukan@gmail.com

Pendidikan : SMA Negeri 1 Bogor

NISN : 9947097257

Kelas : XII – IPA 4

Karya Tulis`` : 1.) “Ciliwung : Solusi Masalah Urban”

Juara 2 Lomba Menulis Kompas 2009 dengan tema : Ciliwung Impianku

2.) “Hutan Kota bagi Keberlangsungan Pembangunan Perkotaan”

Disertakan dalam Lomba Menulis Essay Olimpiade Lingkungan UKF IPB 2010

No comments:

Post a Comment