Monday, December 28, 2015

Your soul is a deep wide ocean
and I'm a bored passionate diver
Your heart is aching for its holes
and I'm a sincere patcher
You are an unfinished art piece
and I would like to be your last painter.

Sunday, December 27, 2015

Berterimakasihlah, Bersyukurlah

"Terlalu lama berlari tanpa mengerti arti,
Terlalu lama tertawa tanpa menghiraukan hati.
Kepada satu dunia aku mencari,
Kepada satu jiwa aku menanti."
-M.D., awal tahun 2015-

***

Kamu ingat bagaimana pada hari itu kamu rangkumkan segala asa dan sangka dalam sebuah bait? 
Hingga bulan demi bulan berlalu
Di tempat kamu berdiri sekarang,
Satu per satu asa terlaksana
Sangka demi sangka perlahan terjawab.
Meski baru tiga dari empat baris pertama,
Meski pertanyaan baru lainnya datang dan menggantikan,
Namun setidaknya

Berterimakasihlah
Bersyukurlah.

Karena di tempat kamu berdiri sekarang
Dimana pilihan banyak tersedia
Dimana berbagai preferensi hadir di mata
Dimana kamu bebas menjadi apapun selama kamu mampu bertahan
Kamu merasa lebih hidup, bukan?

Hanya saja,
Berhati-hatilah
Perhatikan langkahmu
Selama kamu tidak ingin terjatuh.


-M.D., penghujung tahun 2015-


***

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh sebuah kalimat yang lupa kutemukan dimana:

"Sometimes, we just have to remember the days when we prayed for the things we have now."

Waktu yang tepat untuk refleksi akhir tahun, bukan? 
Terimakasih 2015! You rocks :) 

Sunday, December 13, 2015

Pertanyaan Sore Hari

"Sekarang, aku tanya sama kamu--
Mau jadi seperti apa;

Mereka yang menikmati hidup, tapi lupa mencari tahu apa itu hidup
Atau mereka yang mencari tahu apa itu hidup, tapi lupa untuk menikmati hidup?"

***

Thursday, October 29, 2015

Sofi: "When I saw you that night, I... I had the feeling that I had known you. Actually, I felt like you knew me."
Ian: "What do you mean?"
Sofi: "Like we are connected from past lives."


I Origins (2014)



Thursday, September 24, 2015

Anggep aja subway

"So you find yourself at this subway..
With your world in a bag by your side."



Current location: Commuter Line, approx 10 minutes before Stasiun Bogor
Now playing: Keira Knightley - A Step You Can't Take Back.

So
Now let's talk about this 'bag' thing.

There is something different about this 45 mins trip of Depok-Bogor. This is not just another mediocre short trip. I'm sitting at this commuter seat with a big heart. Because tonight.. I'm going "home."
Tonight, I'm bringing my world in a bag. And in just 50 minutes ahead, I will found out that all of my high school fella bring their own, too.

Tuesday, July 14, 2015

Note

This is just a self reminder for the 40s me.

On the day you find your child(ren) is/are on their adolescence -- it's probably around their 16 or 17, I wish you still remember how hard it was to be on their age and how much tears you spent in silent, baby. And hey, they could be even more complicated than you were on your 17s.
Instead of being so stiff, gloomy and pathetic, you gotta try to be chillin and ask them out "How's life going out there? I'm feeling so old lately could you tell me how's life going out there, child? It seems fun yet so hard." "Why those people wearing this, saying that, doing this, and not doing that?" "Child you should check this new blablabla we gotta try it soon ok" and... "He looks cool.. she looks cute. What's his/her name? Tell me more!" "How he/she is doing? Are you guys still hanging out?" 
"What's your main concern these days?"

etc.

Oh, but try to figure some thing first before you ask it out.

I write this merely because you won't have any idea what upcoming generation's issue is coming up into. Stop being so selfish and idealist, all you need to do is being open and chillin. If they still seal their mouth and heart toward you, there must be something wrong, and you are the one who have the responsibility to speak up first and comfort them. Comfort them in the way they want to be treated. Yes you're going to learn about every single theory of parenting, but you know what? There's only one ultimate key for being the best mother ever: You have to be their best friend. Their more-experienced-best friend. Let them experience their own failure, but don't ever let them face it all alone. It could be something about social life, love, college, passion, capability, inability, lack of knowledge of particular things, or anything.. There must be something that have hitten them so hard. 
You absolutely won't have any idea what they have been hiding :)

I've read this somewhere before;
"Everybody has gone through something that has changed them in a way that they could never go back to the person they once were."
Now I'm telling you, you DON'T WANT to miss their that-something.

Okay?



-The 17 years old me-


Saturday, June 27, 2015

It's creepy to wonder how many people out there who had had read my blog posts. If it wasn't because of those who said "Ca gua abis baca blog lu" I might will never think that there's even someone straight who got time to visit blog these days. Yes, I've written all of my posts assuming that there's none of my friends will found it. Hahahaha
shame on me

Thursday, June 11, 2015

Recharged

Sekitar 2 minggu yang lalu gua tiba - tiba merasa bahwa gua harus melakukan sesuatu.
Jenuh, kosong, dan haus.
Out of nowhere, kemudian gua buka Instagram. Niatnya sih nyari info event sesuatu tapi ga kepikiran juga event apaan. 
Dan....... hoki!! Bang @elfandiary (well known Indonesian illustrator; my fav one) baru aja ngepost announcement bahwa akan diadakan acara Talk & Draw pada tanggal 7 Juni 2015 bareng Dika @toolkit04 dan @r_hakim juga.
Hmm di Bandung sih..
Fee nya 220k sih..
Ah whatever. Take it or lose it. Kalau nemu info timingnya 
se-klik ini berarti it meant to be something.
"Gua hematnya buat urusan yang lain aja lah."
Kemudian gua hubungi CP nya.


***


7 Juni 2015, CUPS Coffee & Kitchen.


Pukul setengah 11 siang. Di kafe yang terletak di suatu sudut Jalan Trunojoyo Bandung, saat itu ternyata gua baru peserta ke-2 yang datang. Langsung terlihat Bang Elfan, Bang Dika dan Bang Hakim lagi ngobrol - ngobrol ketawa bareng dalam 1 meja. Gua hampirin mereka, ngenalin diri.... dan......
"Wow, sambutan sederhana aja bisa terasa sehangat ini yah kalo datengnya dari orang yang selama ini gua kagumi." gua dalam hati.
Kemudian gua duduk, menunggu acaranya dimulai. Saat itu sudah datang duluan 
seorang kakak cantik. Namanya Kak Chandra, lulusan Hukum UGM dan sekarang kerja di Maskapai Garuda. Gak lama dateng lagi seorang cewe, namanya Kak Aska, dia anak HI UNPAR. Kemudian sambil nunggu acara dimulai, kita bertiga ngobrol cukup banyak yaa walaupun mereka ngobrolin banyak hal tentang perkuliahan dan pekerjaan yang belum terlalu gua ngerti, somehow I got something here. I always love meeting new people in a good atmosphere. "And this is my kind of atmosphere" I thought.  I love how confident, caring, and thoughtful these people are. I love being the youngest in a random conversation :p The older ones always seem cool because they always have a lot of interesting stuff and stories, aren't they?

Then we had some chit chat for about 20 mins until a host showed up and the event began.

***




Photo source:@bibierdakiller


"Jangan takut nyoba - nyoba. Emang kenapa sih? Emang lo ngarep sekali bikin bisa langsung ngasilin masterpiece?" 

"Ini si Elfan sesukses gini emangnya udah bawaan lahir? 1 karya dia adalah hasil ratusan jam terbang yang dia habisin buat latihan, men. Practice."

"Nanti, nanti nih ya, jangan pernah takut kalo dibilang monoton. Monoton itu kata orang. Kalo lo udah nyaman gambar yang model - model gitu terus, ya berarti lo udah nemu style lo sendiri. Kecuali kalo lo sendiri yang ngerasa itu monoton, beda konteks. Wkwkwk"

"Gua suka memilah milih; yang ini buat belajar, yang ini buat berkarya. Biar style gua ga ke distract sama suatu hal baru yang selalu pengen gua cobain." -Bang Elfan

"Gue punya temen. Senin sampe Sabtu jadwalnya sibuk banget. Dia part time disini, ngantor disana. Tapi Hari Minggu dia khusus buat ngegambar. Bahkan istrinya pun ga bisa ganggu. Cuma dengan cara itu dia merasa hidup."

"Be a freak in something you passionate about is a right thing."

"Gua gak bisa bilang ke lu gimana caranya nembus titik nyaman itu karna lu harus nemu sendiri caranya. Oh! tapi lu harus inget satu hal ini: Seorang seniman tau kapan ia harus berhenti." -Bang Dika, saat jawab pertanyaan gua.

"Oh tenang aja.. Sebenernya background yang berbeda justru akan memperkaya karya yang ada. Yang ngebedain lo kuliah seni atau nggak tuh sebenernya cuma atmosfernya aja. Ya yang kuliah seni emang selalu ada di atmosfer yang bikin dia harus terus berkarya. Tapi tanpa atmosfer itu pun, kalau lu mau, tekun, lu pasti bisa. Sama aja. Lu cari dan ciptain sendiri lah atmosfer itu. Saya punya banyak temen yang background pendidikannya jauh dari seni, tapi saat ketemu dan ngobrol, sudut pandang mereka sangat berbeda. Jatohnya malah menarik buat saya."
-Bang Hakim, 
yang satu ini dari pertama jabat tangan juga gue udah bisa liat dia punya sesuatu yang dalam. Yang pembawaannya paling tenang. Lebih dari ilustrator, dia seorang seniman. Setiap kata - katanya nyampe ke hati banget. Dan masih banyak lagi yang ngena ke hati tapi sulit dituliskan..

Setelah sekitar 2 jam ngobrol - ngobrol, mulailah waktu bebasnya.  Bener - bener sesuai temanya "intimate workshop". Disini asik banget drawing bareng dalam 1 meja langsung dengan para talent sambil makan siang dan ngobrol - ngobrol ketawa - ketawa yang.... ah.. ga bisa dideskripsiin pokoknya sama 3 talents tadi jadi sangat melebur berasa temen sendiri. Suasananya berasa bukan orang baru kenalan 2 jam. Entahlah kenapa tapi sekarang gua percaya bahwa kemistri benar - benar bekerja dengan baik dalam semesta ini.


Photo source: Kak Debs

***
Kemudian Pukul 15.00 host mengakhiri acara dan kita pun foto - foto. 

Found me? :p
Bang Elfan (kiri) Bang Dika (kanan)
Bang Hakim. (See those deep eyes? :) )
***
Acara berakhir dan gua pun pulang.

Okey mungkin gua memang masih jauh levelnya dibandingkan kebanyakan peserta lain yang hadir pada hari itu. Bayangin men, ada satu peserta yang lulusan Nanyang hahahaha. Tapi gua ga jiper. Karena yang gua tau adalah, gua masih punya baaaaanyak waktu lebih banyak daripada mereka karna jelas gua masih sangat muda. Gua diyakinkan kembali oleh orang - orang disitu bahwa background tidak akan pernah menjadi hambatan selama kita ada kemauan. Right thing at the right time. Yes, being convinced is what I exactly need in this transition phase of life.

I'm carrying 'something big' when I stepped out of that cafe that day. Hard to explain what I've got, but there's something much easier to say: I love all of the people there. Being surrounded by people with the same interest is amazing. You can talk about anything you love and get involved in some witty dialogues without feeling ignored, moreover you can learn lots of new things from them. It was such a short getaway from the mediocre daily life. I'm mooore than happy! Sampai - sampai rasanya perjalanan pulang menuju Bogor saat itu sangat menyenangkan walaupun macet. Baru pertama kalinya gua terjaga sepanjang perjalanan Bandung - Bogor. Dada rasanya penuh. Ibarat baterai mungkin gua saat itu baru aja full recharged setelah sangat lama dalam keadaan kosong. 


The important thing is, now I know what I gotta do.

.
.
.

"Selamat menanti masuk kuliah ya... enjoy your time while it lasts :)" -Kak Chandra, di penghujung hari itu.

Tidak lupa saya bersyukur pada Allah yang telah mengaturkan waktu sebegini rupanya. Dan terimakasih buat Kakak yang udah setia nganterin pulang pergi :p <3

Friday, June 5, 2015

Imaginary Dialogue 3

"Hey, buddy. May I ask you something?"
"Sure."
"What's your secret for having a happy life?"
"Just free your ass off."
"What do you mean.. It sounds rude."
"Yeah. Just make yourself a free soul, you know.
Go wherever you want to go
Do whatever you want to do
Make friends with whoever you want to
Just stop thinking too much about what may people say about you.
I don't know if this is applicable for everyone or not,
but it's a fortune that I was born an angel.
So everytime I follow my heart, it never seemed wrong.
If you ask me to sum up, so a secret for having a happy life is
...be a free angel."
"Is that all? Is that your principle?"
"No I don't usually call it as a principle. It is just.. It's my idea of living.
Happiness is a choice, you know.
Bring out all the good vibes
and all the universe will conspire in helping you to live a happy life."




***

And hey I just have finished one amazing book and here I'll quote some for you.

“I don’t live in either my past or my future. I’m interested only in the present. If you can concentrate always on the present, you’ll be a happy man. Life will be a party for you, a grand festival, because life is the moment we’re living now.” -Santiago, in The Alchemist book.

Sunday, May 24, 2015

Preferences

One long thought I had this afternoon has brought me into a paragraph of conclusion

Every human being on this earth have the same 24 hours per day, and what makes them different is their preference about what they want to do to spend their 24 hours. 
Yes, we all knew that people have preferences. In some case, there are some people whose preference is a lot different with the common ones in their own social circle. And it even feel worse for them because they are usually that type of people who aren't really good at sharing and expressing their preferences.
Or.. Have a tendency to choose to not to. ;)

Well now I understand that in this kind of term there is no low and high, there is no weird and normal, there is no hard and easy, it is just.. people have preferences, back again.
There must be a lot of people out there who leave their preferences behind and trying to be everyone else just to fit in the social standard. But I personally would high appreciate they who keep being on their own.
So if next time I catch someone who stay in their silence in the middle of blabbing people, I will try to see em as someone who get a lot of interesting stuff hidden, instead of assuming that she/he is an empty one. 

Because just like what Elisa Olga ever wrote "It’s easier to find a conversation partner who will quickly respond to ‘Don’t you know that she’s getting married next month?‘ rather than those who will be excited to respond; ‘What would it be, if human reincarnation was real, who do you think you were, before reincarnated?‘." 
Do you get what I mean?

All we need to do to keep living, improving, and developing is finding a circle that suits us best. And for addition, there is an important task for me that I have to learn how to transform my personal thoughts into verbal words and share it to others so it wouldn't be a waste.



This is a simple thing, yet took a long time for me to understand the real value. 

Wednesday, April 1, 2015

Tengah Ruang

Minggu - minggu menuju Ujian Nasional
Minggu - minggu terakhir bersama mereka 

Hari itu, saya terduduk di tengah ruang kelas. Sedang dengan kesibukkan sendiri, kemudian.. berhenti. Tiba - tiba saja ingin meresapi suasana ruang ini -- yang ternyata selalu begini.
Dua tahun belakang ini ternyata tanpa kita sadari telah membentuk segala dinamika interaksi, emosi, konfigurasi, dan... ah, terlalu abstrak. Saya gak bisa bikin kata - katanya hahaha

Baru sadar, kalau 'susunan'nya tuh selalu gini. Lucu aja, bagaimana saya bisa dapat banyak hal berbeda hanya dengan berpindah posisi duduk. 

Sederhananya begini,

Untuk penyegaran hati dengan gosip gosip hepi dan dijamin bakal selalu bikin hebring ataupun saat lu butuh curhat atau sekedar basa basi, ada cewe barisan tengah samping kanan yang akan menyambut anda dengan kabar kabari
Saat sedang tidak dalam mood belajar dan rasanya hanya ingin tidur atau mageran, selalu tersedia barisan belakang yang menjadi sudut mati para pengajar
Untuk semakin mendorong saat sedang ingin belajar atau butuh bala bantuan saat sedang kebingungan, maka hampirilah barisan depan 
Untuk yang biasanya menjadi latar belakang suara - suara jahil bersahutan, tengok tengah belakang.. Disitu sumbernya. Ternyata ada br4ndal :)
Lalu saat sedang bosan dan ingin ngalor ngidul ketawa - ketawa freak.. tenang, ada jovan pras dan basis kiri-depan lainnya. Mereka akan selalu tertarik dengan topik/games se absurd apapun :") paling - paling mereka akan sambut dengan "ada cerita apa pagi tadi? Apakah sabun anda habis lagi?" Hahahaha si asu.
Untuk berimajinasi, berfantasi, bersampis ria dengan segala jokes skala humor rendahan tapi bisa bikin perut sakit, datanglah kepada trio maut adrio khoni ii, mereka selalu membuat semangat anda naik kembali dengan dunianya sendiri. Hahahaha
Yang terakhir. Yang ekstrim. Sesekali, ke pojok kiri lah. Temui dia yang biasanya sedang sendiri disana. Akan kau temukan ribuan cerita tidak biasa, (alias luar biasa.)

Berbeda atmosfir tapi satu hati.
Dan didalamnya pun, masih ada lingkaran dalam lingkaran. Andaikata diagram venn, semacam banyak irisan-nya.

Begitulah. Iya mungkin saya hanya norak. Karena jujur, baru kali ini saya jadi 'anak kelas' :( hahahaha baru kali ininya saya nyaman di dalam kelas.
Bhinneka Tunggal Ika banget. Kelas ini tuh.
Lucu bagaimana di antara 35 anak ini tersimpan dan terselubung beragam cerita dan rahasia yang kalau dibikin benang merahnya bisa - bisa sudah cukup kusut. Pertemanan, cinta, persaingan, persahabatan. Menikmati mendengar cerita di sudut kiri sudut kanan sudut depan dan sudut belakang -- yang berbeda - beda, tapi lucunya, terkadang berkesinambungan. Lucunya mengamati naik turunnya emosi dan cerita tidak kasat mata. Lucu juga bagaimana saya menemukan banyak partner in crime baru di kelas ini dalam hal yang berbeda - beda. Mengenal lebih dalam setiap orangnya.... Walau memang gak 100% sih. 
Mungkin karena durasinya yang dua tahun dan karena ini memang pada tahun terakhir, dengan tidak adanya urusan lain di luar kelas, membuat energi saya sedikit lebih terpusat pada ruang ini.
Ditambah dengan adanya sahabat - sahabat yang memang dengan indahnya ada di kelas ini juga.
Huahhhh. Boleh deh sebut saya baper, gapapa. Karena entah kenapa saya sangat ingin mengabadikan momen ini. Kenangan ini. Konfigurasi ini. Tanpa ada kiasan karna memang ingin saya nyatakan. Dan tulisan ini mengalir begitu saja, hari itu.

Terimakasih ya Allah untuk semuanya.
Selamat berjuang, kawan. 
Doaku untuk kalian semua.



-----
(Photos added soon.)

Monday, March 23, 2015

(Bukan) Puisi

Kau salah. 
Ketika hati tak lagi diurusi, 
Tidak semua menjadi sesederhana yang kau kira
Ketika nurani ditinggalkan, 
Disana masih ada logika 
Seakan dahaga ia meminta lebih banyak waktumu hai raga. 

Disana kau akan terlarut dalam permainan
Di tengah kehampaan kau berpura 
Kau terlalu banyak bertanya
Kau terlalu sibuk berencana.

Sayang, banyak hal yang kau lewati.

Kembalilah.
Kembali seimbangkan.

Sebelum sempat kau sampai pada satu kesimpulan,
Bahwa
Hidup hanya mengikuti hati 
Ataupun hidup terlalu mengandalkan logika,
.
.
Ternyata sama lelahnya. 

Wednesday, March 18, 2015

Imaginary Dialogue 2

"I want to know everything, Sir. It must be awesome"
"You're wrong. If you know how it actually feels, I bet you will swallow your words back"
"Why?"
"If the human race had a chance to choose how to live, between a worried-genius or a joyful-simpleton, I think we will choose the latter one with no doubt"
"Ah.. It is odd.. I don't understand Sir"
"Do you even realize that knowledge is dangerous? Let's think about this. Do you remember your childhood when you haven't even know a thing about this harsh world, and there, you were happy. Start to imagine a world with a concept of limit equality -- The world of people who will not ask for more, who will live peacefully because they don't know much. You won't have any idea about it. It is tragic indeed, yet so beautiful."
"But human race will not developing.."
"They don't need to, because they don't even have a need to."
"...I got no clue. I will come back to you when I finally understand. Thankyou, Sir"

"Good luck, Son."

Sunday, March 15, 2015

"Tahukah engkau manusia paling tak berperasaan di muka bumi?
Dialah yang jauh dari kasihnya di saat hujan
Namun tak ia tulis satu pun puisi."

(2011, anonim.)


----------
Walau samasekali ga ada hubungannya sama gue, ini paragraf tercantik yang gue temukan minggu ini hahaha

Friday, March 13, 2015

Imaginary Dialogue 1

"Something's wrong with you honey"
"Tell me what"
"I can see that when you started loving someone too much, you started pushing them away as well. Whether it is your bestfriends, lover, or anything"
".....I just can't go too far with love. I can't."
"Why"
"Love is a big matter and it hurts. I'd rather hiding somewhere behind a barrier I've built on my own."
"Yes why"
"I can't explain why. But I will tell you something you were never know;
I'm best at loving, I'm just worst at showing."

Wednesday, March 11, 2015

Waktu telah mengajarkan saya satu hal,
bahwa ternyata cara terbaik untuk mengagumi seseorang adalah dengan tetap menyimpannya sendiri dan menikmati sendiri alurnya tanpa perlu menebak antara dua kemungkinan -- akan mati, atau terus bertambah tanpa diduga.


Tuesday, March 10, 2015

Pertanyaan Lainnya

Satu terlalu membanggakan dirinya sehingga ia mengganggap rendah dua
Dua pun terlalu mencintai dirinya sehingga ia membenci satu dan tiga
Kemudian hal yang sama berulang,
Tiga membenci empat
Empat membenci lima
Lima membenci enam
Enam membenci tujuh..
Begitu seterusnya dan juga sebaliknya.

Saya disini membicarakan satuan bangun ruang
Bukan membicarakan titik - titik yang menyusunnya.

Pertanyaan saya
Mengapa tidak hilangkan saja nilai yang dimiliki sang pemilik angka
Sehingga angka tidak lagi memiliki derajat. 
Di dunia tanpa nilai itu,
Cinta sesama akan terlahir abadi
Dan mereka pada akhirnya akan menyadari
Bahwa mereka sama - sama angka--
Sesuatu hal yang apabila bersatu akan memiliki kemungkinan tidak terbatas.

Bodoh ya?
Haha saya tahu. Saya hanya mengulur - ulur kok hahahaha

Pertanyaan saya sesungguhnya adalah,
selama ini saya ada dimana? 

Apakah saya adalah suatu bilangan berpangkat..
Atau hanya sebuah pangkat dari suatu bilangan.

Sunday, March 1, 2015

Saturday, February 21, 2015

17 Tahun

AH LUPA belum ngepost apa - apa tentang ulangtahun kemarin. Masa iya sih ulangtahun ke 17 gak di abadikan hahaha cuma lagi ga ada ide buat gimana menuliskannya dengan indah pokoknya makasih banyak Dwi Amel Anin Iva Ami Ditta Ipi Anggi Salsa Laras Jody Babas Ateng Adam Idham Galih Fadli Sam Ipang--yang udah ke rumah gua dan merayakannya H+beberapa hari,  dan semua orang lainnya juga yang sudah menyempatkan untuk setidaknya mengucapkan dan menyelipkan doa. Dan tidak lupa kepada Mama Bapak yang AKHIRNYA NGASIH KUE ULANGTAHUN setelah biasanya ga suka ngerayain embel - embel ulangtahun hahaha makasih kalian. Makasih banyak.. Terutama untuk yang benar - benar ada. Sungguh bukan kemeriahannya kok yang saya harapkan, tapi keberadaan kalian yang selalu saya syukuri. <3 terharu. Ga pernah berharap segininya padahal hahaha.



Pokoknya, alhamdulillah :)



Friday, February 20, 2015

“It's just hard to see people from your past when your present is so cataclysmically fucked.” 

Monday, February 16, 2015

Pertanyaan

Senja selalu datang
Dan malam selalu berpulang

Malam ini, 
tidak berbeda dengan malam biasanya
Selalu indah untuk sekadar menatap langit dan bertanya kepadanya--mengapa.

Mengapa lama berlari tanpa mengerti arti 
Dan tertawa tanpa menghiraukan hati

Hingga seketika saya menyadari,
Bahwa dunia tidak pernah berhenti

Kepada satu dunia saya harus mencari,
Dan kepada satu jiwa saya akan menanti.



***

Sunday, February 15, 2015

Sungguh, jalan dan definisi sukses bagi tiap orang benar - benar berbeda. Bisakah, untuk tidak merendahkan mimpi orang lain hanya karena definisi sukses kamu berbeda dengan definisi dia?
Sesekali lihat keluar..

Saturday, February 14, 2015

14 Februari Tahun Terakhir

"Ca, jangan lupa ya! Kamu pernah punya mimpi kayak gini."

Sebuah janji untuk tidak lupa dengan mimpi - mimpi yang masih saya pegang sekarang sekiranya beberapa tahun ke depan masih bertemu lagi dengan keteraturan.

"Everyone, when they are young, knows what their destiny is. At that point in their lives, everything was clear and possible. 
But, as time passes, a mysterious force begins to convince them that it will be impossible for them to realize their destiny."

Saturday, February 7, 2015

Tuesday, February 3, 2015

Bagaimana hakikatnya setiap manusia merasa bahwa dirinya adalah pusat dari semesta ini. Maksud saya... (To be continued on somewhere private.)
Blah

Monday, January 26, 2015

Aneh

Kemarin aneh banget hahahaha 
Dunia lagi aneh.

Ada yang tiba tiba datang ke rumah tengah malam,
Ada yang selama 4 tahun belum pernah absen di ulangtahun dan tiba tiba tahun ini hadir lagi dengan cara yang cukup tidak biasa,
Dan ada yang mengucapkan dengan cara paling biasa tapi menemani sisa 25 Januariku dengan hangat percakapan yang tidak biasa. 

Gua niatnya ga mau baperin yang terakhir ini sih dan emang berhasil gak baper kok hahaha cuma seneng dikit aja dikit.

I've missed you. Not in a "We need to talk" way, not even in an "I want you back" way. 
Just in an.. "I've missed you" way. 

Sunday, January 25, 2015

Indah. Semesta seakan merayakan hari ini dengan hujan dan dalam sepi seraya berkata; selamat ulangtahun.

25 Januari 2015.
Hanya aku dan hujan.
Dan diluar kendaliku, 
aku menangis
Tidak tahu juga menangisi apa
Aku hanya tiba - tiba merasa,
Bahwa dunia sepi sekali belakangan ini.

Mungkin adalah waktu yang pas untuk mengeluarkan hal - hal kecil yang sudah lama mengganggu sekali
Di pergantian umur ini
Di pengurangan usia ini
Aku janji 
Kedepannya bisa lebih kuat
Gak ada lagi cengeng gak jelas gini.