Thursday, June 11, 2015

Recharged

Sekitar 2 minggu yang lalu gua tiba - tiba merasa bahwa gua harus melakukan sesuatu.
Jenuh, kosong, dan haus.
Out of nowhere, kemudian gua buka Instagram. Niatnya sih nyari info event sesuatu tapi ga kepikiran juga event apaan. 
Dan....... hoki!! Bang @elfandiary (well known Indonesian illustrator; my fav one) baru aja ngepost announcement bahwa akan diadakan acara Talk & Draw pada tanggal 7 Juni 2015 bareng Dika @toolkit04 dan @r_hakim juga.
Hmm di Bandung sih..
Fee nya 220k sih..
Ah whatever. Take it or lose it. Kalau nemu info timingnya 
se-klik ini berarti it meant to be something.
"Gua hematnya buat urusan yang lain aja lah."
Kemudian gua hubungi CP nya.


***


7 Juni 2015, CUPS Coffee & Kitchen.


Pukul setengah 11 siang. Di kafe yang terletak di suatu sudut Jalan Trunojoyo Bandung, saat itu ternyata gua baru peserta ke-2 yang datang. Langsung terlihat Bang Elfan, Bang Dika dan Bang Hakim lagi ngobrol - ngobrol ketawa bareng dalam 1 meja. Gua hampirin mereka, ngenalin diri.... dan......
"Wow, sambutan sederhana aja bisa terasa sehangat ini yah kalo datengnya dari orang yang selama ini gua kagumi." gua dalam hati.
Kemudian gua duduk, menunggu acaranya dimulai. Saat itu sudah datang duluan 
seorang kakak cantik. Namanya Kak Chandra, lulusan Hukum UGM dan sekarang kerja di Maskapai Garuda. Gak lama dateng lagi seorang cewe, namanya Kak Aska, dia anak HI UNPAR. Kemudian sambil nunggu acara dimulai, kita bertiga ngobrol cukup banyak yaa walaupun mereka ngobrolin banyak hal tentang perkuliahan dan pekerjaan yang belum terlalu gua ngerti, somehow I got something here. I always love meeting new people in a good atmosphere. "And this is my kind of atmosphere" I thought.  I love how confident, caring, and thoughtful these people are. I love being the youngest in a random conversation :p The older ones always seem cool because they always have a lot of interesting stuff and stories, aren't they?

Then we had some chit chat for about 20 mins until a host showed up and the event began.

***




Photo source:@bibierdakiller


"Jangan takut nyoba - nyoba. Emang kenapa sih? Emang lo ngarep sekali bikin bisa langsung ngasilin masterpiece?" 

"Ini si Elfan sesukses gini emangnya udah bawaan lahir? 1 karya dia adalah hasil ratusan jam terbang yang dia habisin buat latihan, men. Practice."

"Nanti, nanti nih ya, jangan pernah takut kalo dibilang monoton. Monoton itu kata orang. Kalo lo udah nyaman gambar yang model - model gitu terus, ya berarti lo udah nemu style lo sendiri. Kecuali kalo lo sendiri yang ngerasa itu monoton, beda konteks. Wkwkwk"

"Gua suka memilah milih; yang ini buat belajar, yang ini buat berkarya. Biar style gua ga ke distract sama suatu hal baru yang selalu pengen gua cobain." -Bang Elfan

"Gue punya temen. Senin sampe Sabtu jadwalnya sibuk banget. Dia part time disini, ngantor disana. Tapi Hari Minggu dia khusus buat ngegambar. Bahkan istrinya pun ga bisa ganggu. Cuma dengan cara itu dia merasa hidup."

"Be a freak in something you passionate about is a right thing."

"Gua gak bisa bilang ke lu gimana caranya nembus titik nyaman itu karna lu harus nemu sendiri caranya. Oh! tapi lu harus inget satu hal ini: Seorang seniman tau kapan ia harus berhenti." -Bang Dika, saat jawab pertanyaan gua.

"Oh tenang aja.. Sebenernya background yang berbeda justru akan memperkaya karya yang ada. Yang ngebedain lo kuliah seni atau nggak tuh sebenernya cuma atmosfernya aja. Ya yang kuliah seni emang selalu ada di atmosfer yang bikin dia harus terus berkarya. Tapi tanpa atmosfer itu pun, kalau lu mau, tekun, lu pasti bisa. Sama aja. Lu cari dan ciptain sendiri lah atmosfer itu. Saya punya banyak temen yang background pendidikannya jauh dari seni, tapi saat ketemu dan ngobrol, sudut pandang mereka sangat berbeda. Jatohnya malah menarik buat saya."
-Bang Hakim, 
yang satu ini dari pertama jabat tangan juga gue udah bisa liat dia punya sesuatu yang dalam. Yang pembawaannya paling tenang. Lebih dari ilustrator, dia seorang seniman. Setiap kata - katanya nyampe ke hati banget. Dan masih banyak lagi yang ngena ke hati tapi sulit dituliskan..

Setelah sekitar 2 jam ngobrol - ngobrol, mulailah waktu bebasnya.  Bener - bener sesuai temanya "intimate workshop". Disini asik banget drawing bareng dalam 1 meja langsung dengan para talent sambil makan siang dan ngobrol - ngobrol ketawa - ketawa yang.... ah.. ga bisa dideskripsiin pokoknya sama 3 talents tadi jadi sangat melebur berasa temen sendiri. Suasananya berasa bukan orang baru kenalan 2 jam. Entahlah kenapa tapi sekarang gua percaya bahwa kemistri benar - benar bekerja dengan baik dalam semesta ini.


Photo source: Kak Debs

***
Kemudian Pukul 15.00 host mengakhiri acara dan kita pun foto - foto. 

Found me? :p
Bang Elfan (kiri) Bang Dika (kanan)
Bang Hakim. (See those deep eyes? :) )
***
Acara berakhir dan gua pun pulang.

Okey mungkin gua memang masih jauh levelnya dibandingkan kebanyakan peserta lain yang hadir pada hari itu. Bayangin men, ada satu peserta yang lulusan Nanyang hahahaha. Tapi gua ga jiper. Karena yang gua tau adalah, gua masih punya baaaaanyak waktu lebih banyak daripada mereka karna jelas gua masih sangat muda. Gua diyakinkan kembali oleh orang - orang disitu bahwa background tidak akan pernah menjadi hambatan selama kita ada kemauan. Right thing at the right time. Yes, being convinced is what I exactly need in this transition phase of life.

I'm carrying 'something big' when I stepped out of that cafe that day. Hard to explain what I've got, but there's something much easier to say: I love all of the people there. Being surrounded by people with the same interest is amazing. You can talk about anything you love and get involved in some witty dialogues without feeling ignored, moreover you can learn lots of new things from them. It was such a short getaway from the mediocre daily life. I'm mooore than happy! Sampai - sampai rasanya perjalanan pulang menuju Bogor saat itu sangat menyenangkan walaupun macet. Baru pertama kalinya gua terjaga sepanjang perjalanan Bandung - Bogor. Dada rasanya penuh. Ibarat baterai mungkin gua saat itu baru aja full recharged setelah sangat lama dalam keadaan kosong. 


The important thing is, now I know what I gotta do.

.
.
.

"Selamat menanti masuk kuliah ya... enjoy your time while it lasts :)" -Kak Chandra, di penghujung hari itu.

Tidak lupa saya bersyukur pada Allah yang telah mengaturkan waktu sebegini rupanya. Dan terimakasih buat Kakak yang udah setia nganterin pulang pergi :p <3

No comments:

Post a Comment