Monday, December 26, 2016

"Given you are at some point where you think you have reached the maximum.

Let me tell you dear, 
you have not. 

'It' should have always been unlimited
You just could not go beyond that if you don't have any access to
You are trapped without enough strength to break free, while honesty is the only key to unlock your cage
So how could you talk about its depth when you are still keeping it by yourself?

..It may only be the delusion of your sore."




**

Thanks for letting me paraphrase all what you've said, Sir!

Saturday, November 5, 2016

Bersuara?

Aku kira tatanan dengan kebebasan sama pentingnya
Sama besar perannya untuk
menjaga yang hidup untuk tetap hidup 
Walau selain cara, satu yang berbeda diantaranya
Bahwa dalam bersuara
dan mensuarakan
Ada yang tidak pernah memaksa,
Ada juga yang senantiasa.

Lalu mengapa tidak terima saja
Bahwa hanya sedikit berbeda cara mereka dalam berbahasa?

Friday, September 23, 2016


This picture wasn't intended to portray any particular state of mine right now because fortunately I am not, and swearing to myself to not again.

Take this as a reminder for us, as human being who has feeling, thoughts, and everything goes around inside -- to never ever bring ourselves to a point where we never ever wanted to; just for the sake of our ego. 

Swallow your pride and let your inner voice speaks
Let them know their worth 
Let them know what has always been,
instead of what you think is going to be

For what the future will brings us into,
We will never know
All I know is nothing wrong about being honest.

Sunday, September 11, 2016

Usai Cangkir Kopi Malam ini

Malam ini aku diajak membicarakan
Yang lama aku kira tidak ingin aku pikirkan
Lalu mereka mengingatkan
Bahwa air memang selalu mengalir 
Namun kepada muara 
yang lebih rendah
dan tak terkira luas juga dalamnya.

Bahkan perenang handal pun
Konon tersesat karenanya.



**


Lalu aku
Tidak tahu.
Hanya sedikit ingin..
meledak?

Wednesday, August 24, 2016

Pemadam Semalam

Bolehkah aku beri hadiah pada pemadam kecil itu sedikit semalam?
Karena telah berhasil memadam api 
Kobar api yang seyogyanya lebih dapat terkendali dari jiwa rentan pemadam kecil itu
Ah
Rasanya satu yang masih waras ia
Pahit perjalanan telah menggelapkan semesta
Dan bosan sudah ia tersulut
Hingga abu berhasil mendewasakannya 
Merubahnya menjadi air
Yang kemudian terus mengalir
Berasal dari mata air suci
Melihat empat senyum lebar 
yang terpigura oleh waktu
Menyadari sesuatu
Bahwa ia hanya rindu.

Dan apa yang menguatkan adalah harapan
Bahwa semua akan membaik dan kembali.

Friday, August 5, 2016


Sunset just said hello through my bedroom window
Since it wouldn't last long,
I chose one proper page to be beautifully burned right away

Along with the burnt wishes --
Those have come to reality

Monday, July 18, 2016

Universe in Us

So we've both agreed that our heart is a vast expanding universe
In which each star has its own life span without depend on one another;
on nothing but time

Look inside 
and you will find 

One star which keep growing
Until nobody knows when
While another has stopped growing
but then keep lasting
Some others may start fading
and eventually dying.

They all work in parallel
So chaotic that all we can do is putting hope in time

But sometimes they are just being too quiet
That all we can feel is just the emptiness of space and time

What we should know is that
No one really knows,

How dark
yet splendid
And how big..
the universe is.






***

Well thanks buddy. Such a nice talk, tho

Sunday, July 10, 2016

Into The Wild (bukan review)

Kenapa gue baru nonton film ini sekarang!?
Kenapa.. 

Lo setuju ga sih kadang ada film yang sesungguhnya dibilang seru banget sih nggak, bikin berdebar-debar atau nangis atau takut sih nggak juga dan super jauh dari kata sophisticated dan gak tergantung apakah plot twisted atau ngga, tapi somehow it gets you in flow. You are just happen to get immersed in its words, songs, or cinematography. You are visually and verbally engaged and it succeed stealing your heart. I've found some before; ada Before Sunset, I Origins, Boyhood, The Art of Getting By, Amelie, dan Midnight in Paris dan mungkin masih ada lagi.. Gua gak tau kesamaan di antara film itu semua apa dan disebutnya apa. 
Tapi mereka semua kayak harta karun.
Dan di antara semua itu.. Film ini salah satu yang paling gua syukuri hahaha

Into The Wild

So here I am still being overwhelmed by its beauty -- collecting some favorite footages 



















Thank you, Christopher McCandless

Thursday, June 30, 2016

One Quiet Night

Yes it's an irony how the actual value of life and the reason why should we being grateful for it are scattered in every breathe we take, within the simple daily instance--
may it be there among our morning walk,
or may it be there as we laugh in the midst of traffic jam,
and it could be there beneath the night sky of a mountain's peak
or it just happen to be there upon our family dinner table

They are scattered everywhere

Yet we tend to found it in any place or instance far far away opposite from how it should be.





June 29th, 
A quiet night somewhere in East Jakarta
on duty of being 100% mom's guardian angel.

Thursday, June 23, 2016

Hari Terindah Bulan Ini

Kemarin aku menemukan cinta,
Di sisi jalan Cimanggu Kecil

..Tepatnya di bawah atap rumah sepasang suami istri sederhana.
Hanya dengan seekor kucing mereka menetap selama belum kunjung dikaruniai titipan yang akan menyempurnakan mereka menjadi Ayah dan Ibu. 
Menjadi tidak sesepi yang kita kira, karena sesekali belasan jagoan kecil mengunjungi rumah itu 
Dan kemarin, aku dan mereka dipertemukan 
Dan aku
Menemukan cinta-
di rumah kecil itu.

Bukan maksud aku membandingkan, 
Tapi sungguh ada yang berbeda dengan anak-anak itu. Kerasnya hidup benar-benar tidak merubah polos dan tulusnya tingkah dan tutur katanya. Sambutan mereka sore itu benar-benar tulus. Penuh ceria dan semangat mereka minta berkenalan; berlarian menghampiri dan melemparkan pertanyaan.

"Kak... Kakak cantik banget ih" sipu Intan sambil malu-malu menghampiri
(Gue ga peduli gue cantik beneran apa kaga hahaha but.. It really feels nice)

Ini akan jadi hari favoritku setidaknya dalam 30 hari Ramadhan ini, padahal menu buka puasa hari itu mungkin adalah yang paling sederhana?
Sekedar lusin donat yang kubawa saja membawa rasa syukur teramat bagi mereka.
"Muti kok donatnya ga dimakan?"
"Mau dibawaa. Buat ibu hehehe"
Donat cantik hari itu mungkin suatu kemewahan bagi Muti yang ibunya seorang pekerja rumah tangga dan ayah seorang penarik becak.. sehingga ia ingin membaginya dengan Ibu di rumah.

Hanya dalam hitungan jam saja kami akrab. Benar-benar hangat dan gaduh mereka itu. 

Hingga malam tiba, mereka berlomba lari menuju masjid. Alih-alih memperebutkan satu motor yang ada, mereka dorong bersama motor itu dengan lelaki yang sudah mereka anggap Ayah sendiri naik di atasnya. Meledak lah tawa mereka
Tanpa sadar bahwa sedang diikuti kami yang sambil mengobrol di belakang

"Mungkin mereka itu penggantinya kali ya. Ibu belum dikasih titipan jadinya latihan dulu sama mereka hehehe."

Dan dari ujung jalan aku paham
Kebahagiaan, kehangatan, dan segala kekuatan itu mereka pelajari dari sepasang "Ayah-Ibu" milik belasan anak di rumah mungil itu. Pasangan hebat yang tidak pernah ketinggalan senyum di wajahnya. Sesaat, dibuat lupa aku akan dunia --oleh mereka yang bahagia tanpa mengistimewakan harta namun cinta.  


Sampai ketemu lagi!

Saturday, June 18, 2016

Where am I Going?

Guys siapapun yang baca (kalo emang ada yang baca), mau ngingetin aja kalo post ini cuma curhat aja isinya.

Berawal dari kebingungan dalam memanfaatkan liburan ini untuk apa aja because I really don't want to lose these 3 months. Berawal dari itu. Berlanjut ke pertanyaan tentang "kemana dan mau apa habis ini?" Ternyata beberapa teman gua juga sedang seperti itu hahaha kebanyakan mikir ya susah. Ada kesempatan A, tapi pengennya B. Lebih mudah C, tapi penasaran sama D. And sometimes this is all about the discrepancy between the ideal- and real-self of me. Pengen deh jadi orang yang lebih impulsif, independen, dan ga banyak berencana. Tapi kenapa gua selalu berakhir melakukan sesuatu yang teratur ya hm

Jadi intinya gua sangat ingin liburan ini lebih produktif dalam hal hobi. Gua ingin berkembang dalam hal itu dan start-up something. Ini minggu ke-2 liburan and I've tried my best for these past 1,5 weeks. Ada beberapa hal yang sedang diusahakan. But then I started to doubt if I'll even gain a thing from all of this. "A kayaknya bakal gagal nih, apa gue ambil B aja?" Sesuatu yang gua rencanakan ada satu yang batal, submit sesuatu masih belum ada kabar juga, dan ada hal lain yang masih dipelajari tapi sumpah susah banget mati gue :'(  

I know that i'm not that good at making art and stuffs. But my inner need to create is just unbearable. I just simply love it. It's sad to know that our passion doesn't always directly proportional to our capability and opportunity, you know. Gua tau semuanya cuma butuh latihan dan daripada whining, I'd better go for it. Tapi sungguh berapa ratus jam terbang yang harus dilalui sementara masih banyak hal lain yang juga ingin, dibutuhkan dan lebih realistis untuk dilakukan? It's not like I want to improve my capability so that I can sell my work and so on, but it is just a kind of.. self-fulfillment  may be? (Banyak mau-nya aja sih intinya wk)

And lately, I can hear my superego keep saying "I know that it's always what you want, but seriously Acca, where are you going?" I don't know. "Can I do both?", said ego. 
(Read more about id, ego and superego here). 
Yeah I'm being pessimistic and negative right now and this is not healthy :(

Mungkin yang memicu gua mumet kayak gini adalah karena apa yang terjadi di semester 2 kemarin?

Sebenarnya gua sangat sangat bersyukur dengan apa yang udah terjadi di semester 2 kemarin. Banyak banget yang bisa dan harus disyukuri. Semester 2 kemarin alhamdulillah akademik selamat.. Nonakademis nya juga lancar terlaksana ini itu, feedback positif++ dan lumayan lah jadi orang ada manfaatnya dikit disini (walaupun banyak self-evaluation juga yeah noted kok semuanya), bersama tim yang kemudian berubah jadi keluarga kecil tercinta, terus social life juga kemajuan banyak kok ya semakin lihat segala sesuatu/orang/kejadian lebih positif, udah sangat nemu tempat dan makin tau akan significant others, dll. 
Setidaknya gua berhasil menembus zona aman dan belajar banyak selama semester 2 ini. 

Cuma ternyata semua memang ada harganya sampai gua melewati beberapa kesempatan. Salah satunya adalah gagal menyelesaikan karya by request untuk mengisi exhibition di suatu event, dan terpaksa nolak paid design project ya walaupun ece ece but it's paid guys, it's paid like so langka dalam hidupku...
Semuanya karena sadar diri aja si pada mepet banget sama tanggungjawab lain yang harus diselesaikan. Hmmm oh iya! Ada juga satu perjalanan yang terlewatkan huhu gagal naik gunung pangrango.. (sumpah walaupun baru sekali tapi gue rindu gunung bgt dan perjalanannya)

Tapi tetep, I am very grateful for everything happened :) lucunya adalah terakhir gua inget awal tahun kemarin lagi excited2nya about what will come and all of the opportunities and possibilities exist, terus tiba-tiba sekarang malah kelabakan sama pilihan-pilihan yang ada. Woww dunia cepat sekali berputar. Atau sebenernya guanya aja kali belom ngatur waktu dengan baik dan gua harus memperbaiki itu banget ke depannya. Oke acca? Oke

Hikmahnya adalah?
For everything I have gained, I have missed something. And for everything I missed, I  gained something else.

See? Banyak hal lain yang sesungguhnya disenangi juga yang didapatkan dan di dalamnya masih berhubungan juga kok dengan angan-anganmu Ca. Seni bisa hidup dimana-mana walau dengan kedok yang tak dikira. "Ia murni, namun tidak sempurna. Itu yang membuat orang-orang cinta. Aku juga sebenernya bukan creator kok jatohnya penikmat aja, dan itu gapapa selama selalu jadi penyemangat.. Ternyata pelan-pelan aku bisa sampai sini juga poh?" -Kak Wena, di tengah-tengah obrolan 2,5 jam yg sangat insightful dalam rangka MII wkwk terimakasih Kak.

Akhir dari curhatan panjang sampah ini..
It is June 2016 and maybe this is the right time to understand and accept that it does not necessary to always follow our passion, but never forget to always bring it with us, improve ourself, and find any opportunity within. Stay positive! :)

Friday, June 17, 2016

3:57 AM

Awaken by 
a fleeting shade
of one smile

Fell asleep high
drunk of your stare
night before

Waking up sane
So it's gone

Closing these eyes
(Damn)
It's still there. 

Sunday, June 12, 2016

Rewarding myself a new private space (re: a more decent journal) yeay! Happy long long holiday <3

Tuesday, May 24, 2016

A Short Story About One Girl

So here's a story about one girl who can't forgive herself for not knowing what she actually want.

She loves to seek for soul that would match hers
She loves to build a tower of trust with anyone, anything who could make her passionated
Yet at the very same time, she always have that conscious and unconscious determination to withdraw from anyone, anything that would get her involved and bounded emotionally
She is that complicated
She is bad at admitting her own feeling
She is bad at being true for herself
She always end up taking choice that she never even wanted 
Once she found what she want,
She will afraid
And again end up avoiding it

One day, she finally found a soul that would help her burn the shadow of her past 
A warm, gentle and caring soul that has lighten her weeks and bring back a summer to her world
A deep mind that could solve her puzzle
A pair of eyes that would straightly look at hers as she speak her heart out
A pure smile and laugh that could melt her down in the end of her bad days
Yes she always been need it 
But then again, she took one step back 
Because she was just too afraid she would fall for a different hole with the same depth as she once fell into
Then she chose to keep living in a cold winter to avoid the disappointment of a summer-end
She keeps trying to build a kind of barrier to protect herself from being hurt
Without realizing that it also mean it would keep herself away from the bless of life called.. love

She still can't deal with the concept of losing

Yes, it's her

A girl who keep drawing around herself a kind of magic circle which no one can penetrate.

Sunday, April 24, 2016

Wondering how many 
free soul out there
trapped beneath people's prejudice 
between structural society
willing to break through the layer
up and up
with an infinite effort

unheared shout,

and unseen flight

Friday, April 8, 2016

Skenario Malam Hari

Jika mimpi adalah bentuk manifestasi skenario yang dirancang oleh alam bawah sadar
berupa kebahagiaan, kesedihan, cinta, benci, keinginan maupun ketakutan.

Maka untuk alasan apa yang semalam?


Huh.


Semua karena dua cangkir teh dan secarik kertas di Sabtu malam.

Wednesday, April 6, 2016

Untuk Semua yang Sedang Dalam 'Perjalanan'

"Pergilah, 

brengseklah sepuasmu. 



Sampai hingga kalanya 
kau harus tersadar, 

menjadi dewasa, 
lalu kembalilah pulang,

untuk seseorang."






-Karizunique


***


Makna dari kata seseorang itu disini boleh jadi sangat luas, baru kusadari.
Tergantung pada perjalanan apa yang sedang kamu jalani.
(Bahkan tidak melulu orang..)
Ketika hati tidak dapat mengelak, kuberitahukan pada kamu
Ia/hal yang pertama kali muncul di benakmu adalah
Mungkin
Alasan yang sesungguhnya ingin kau kunjungi lagi padanya nanti.

Sunday, March 20, 2016

Been thinking about moving to Wordpress recently :/

What do you guys think, my fellow blogger(s)?

Tentang Hulu

Sungai terus mengalir
Semakin berat arus yang didayung menjauhi hulu yang sejatinya disebut rumah
Namun tersesat aku belakangan ini
Jika kamu kira tersesatku dalam perjalanan itu, kau salah
Tersesatku ada dalam kepulangan ini
Dalam hulu ini
Sesat ini sangat melelahkan karena dimana kamu rasa kamu bisa beristirahat, kamu tidak bisa
Sesat ini sangat pilu karena dimana kamu rasa kamu dapat melepas kerinduan, kamu terasing
Realita telah merampas tawa dan meubah jiwa 
Memperpanjang malam dengan api yang menyesakkan
(Semakin).. 
Kehilangan ku atas pertahanan yang selama ini dibangun
Kehilangan ku atas hangat yang selalu dirindu
.
.
Namun di antaranya aku bersyukur.

Karena di tengah keterasingan, cahaya berpendar aku temukan
Cahaya yang sedari lahirku menghidupkan
Cahaya yang sinarnya mulai meredup namun sekuat tenaga ia pertahankan..
Karena tatihnya, ia masih punya aku; satu harapan yang tersisa. 
Aku lega. 
Aku tersenyum.
Aku pun paham, cahaya satu ini tidak akan benar-benar padam dan tidak akan pernah buat aku terasing sepanjang perjalanan, 
sejauh apapun hilir ku kunjungi dan selama apapun aku kembali. 

Ibu,
Tenang.. Aku akan selalu ada.
Janjiku boleh kau pegang.

Wednesday, March 16, 2016

Burnt

Hello little girl,
How naive you are 
for always believing like you know 'everything' about them
Believing that there will always be something good in  people is what has encouraged you this far, wasn't it?
Believing that everyone has one common thing deep inside their heart is what has made you survived
You always hold onto that belief
Yes it always make you feel safe indeed
Like a campfire
You feel its warmth by putting hope on it
So you try to keep it alive 
You're amazed to see how it grows
For every wood you throw
It will grow
And grow
And grow

..

But if you're not being careful

..

You're going to get burned,


and burned.


Until all that's left 

is ashes.



Monday, March 14, 2016

Lesson of This Month: March

For everything I have gained, I have missed something
And for everything I gain, I lose something else

Remember how the universe works.

Friday, February 5, 2016

Bandung, Kamu, dan Januari

Januari datang.

Wanita itu kembali 
Wanita itu pulang.

Bandung, yang menjadi rumahku, rumahmu, 
telah menyimpan terlalu banyak cerita untukku, untukmu, 
untuk kita.

Serpihan cerita yang kita tinggalkan di setiap jejak yang kita langkahkan
di kedai-kedai kopi, toko-toko buku, sudut-sudut indah Kota Bandung

Harapan yang engkau goreskan 
dalam setiap kepulangan
Yang akan fana karna hilang 
seiring kau kembali ke perantauan

Aku selalu disini
Mengadu nasib mencari rezeki
Sembari menanti
Januari dan Juli menghampiri

Menanti kepulanganmu dari ibukota
Hanya dua kesempatan dalam satu warsa
Kesempatan yang menjadi manis karna adanya
Namun menjadi pahit karna akan segera hilangnya

Hingga kesempatan kali ini akan kembali habis,
Banyak yang belum tersampaikan
Banyak yang belum dipastikan
.
.
Akankah semua ini berulang kembali,
Di tahun dan tahun selanjutnya?
.
.
Perlukah aku, 
menyalahkan jarak antara Bandung dan Ibukota
Atau salahkah bulan, yang menjarakkan Juli dengan Januari?





***

(Diadaptasi dari cerita perjuangan hati seorang teman di kota bunga sana :) )

Saturday, January 30, 2016


Home is where your heart is.

Monday, January 25, 2016

How Empty is Your 'Cup' When You Start Something New?

"Empty your cup." 
...is a metaphor I once heard long time ago without understanding what it really means.. until this day. 

Few days ago, my friend and I reached a same conclusion with the quotation above after having some light conversation about how we spent our first term of college. As we both know, these last 5 months, were full of effort, adaptation, and everything in between. 
What became one of our main concern was that we didn't think our past really define who we are now. When we were in high school back then we always said to ourself "anything I do today are gotta be the experiences I learned from to embrace any circumstance I'll find someday." but today... We don't think so. We don't really think it does really work that way.
Because somehow, we both feel that those so-called 'experiences' are not automatically useful for us today. Well, we both agree that the past give us lessons and we could learn from our mistake. But it needs to be balanced with an awareness to keep our head low. It needs to be balanced with our intention to keep learning like we don't know a thing. 
Because if we do not.. we'll lose. 
There are some paradoxes happen in college as we saw people could change 180 degree from how they were back then. It could be either negative or positive transformation, and they also have different background stories, but the important thing is that.. It is our choice how we want to live our present and it does not depend to our past. Because in one new circumstance, everybody start from beginning. Everybody start from zero. I keep wondering it's like there is some unknown voice saying "Don't you dare being so proud about how great your high school were or how big you were back then, because here, we have our own system. Deal with it."
Yes it's like if a cup already fulfilled with some tea so anything poured later will just spilled out of it right? And what will remain is our ego.
This awareness would lead us to the highest point of respect and it's the only point where we could be open to lots of new experiences. Not only for college years but our lifetime ahead!


So.. Empty your cup and you will gain much :)

Friday, January 22, 2016

At this very moment, I just really want to meet my-5-years-ago-self and ask that ignorant blissful young girl, "How do you see life? What really makes you happy and what has encouraged you? Do you have any idea that all of your view of life today would change someday and.. do you hope so?" 

Menuju Pukul Dua Malam

Disinilah aku
Separuh menuju pukul dua malam
Duduk bersandar pada pintu teras kamar
Yang menghadap pada kehampaan malam
Menyajikan pemandangan dimana tak ada sesuatu yang dapat dipandang
Membuat aku tidak sadar akan keadaan
Dengan sebelah tangan kupertahankan telepon genggam
Mendengar seorang teman berbicara di kejauhan
Sesaat sempat tersinggung sesuatu
yang lama aku simpan rapat-rapat
Tentang kecemasan
Tentang kekhawatiran
Juga tentang impian
...
Telinga ini berusaha bertahan
Namun pikiran tetap melayang
Apa yang aku pikirkan?

Ah. 
Apa yang kamu pikirkan?
Hari ini terlalu panjang untukmu
Kau hanya kelelahan
Lebih baik kau tutup saja matamu itu
Sebelum pukul dua malam.

Wednesday, January 20, 2016

Photo Journal 1: Papandayan















Video on Youtube:




***
(Terinspirasi oleh: Bang Irvan Aulia!)

Sunday, January 17, 2016

"Curiosity does exist.
Swimming freely in the river of thoughts..
Sandwiched between
the willingness to know
and the fear of knowing."

-Naela Ali