Friday, January 22, 2016

Menuju Pukul Dua Malam

Disinilah aku
Separuh menuju pukul dua malam
Duduk bersandar pada pintu teras kamar
Yang menghadap pada kehampaan malam
Menyajikan pemandangan dimana tak ada sesuatu yang dapat dipandang
Membuat aku tidak sadar akan keadaan
Dengan sebelah tangan kupertahankan telepon genggam
Mendengar seorang teman berbicara di kejauhan
Sesaat sempat tersinggung sesuatu
yang lama aku simpan rapat-rapat
Tentang kecemasan
Tentang kekhawatiran
Juga tentang impian
...
Telinga ini berusaha bertahan
Namun pikiran tetap melayang
Apa yang aku pikirkan?

Ah. 
Apa yang kamu pikirkan?
Hari ini terlalu panjang untukmu
Kau hanya kelelahan
Lebih baik kau tutup saja matamu itu
Sebelum pukul dua malam.

No comments:

Post a Comment