Friday, February 5, 2016

Bandung, Kamu, dan Januari

Januari datang.

Wanita itu kembali 
Wanita itu pulang.

Bandung, yang menjadi rumahku, rumahmu, 
telah menyimpan terlalu banyak cerita untukku, untukmu, 
untuk kita.

Serpihan cerita yang kita tinggalkan di setiap jejak yang kita langkahkan
di kedai-kedai kopi, toko-toko buku, sudut-sudut indah Kota Bandung

Harapan yang engkau goreskan 
dalam setiap kepulangan
Yang akan fana karna hilang 
seiring kau kembali ke perantauan

Aku selalu disini
Mengadu nasib mencari rezeki
Sembari menanti
Januari dan Juli menghampiri

Menanti kepulanganmu dari ibukota
Hanya dua kesempatan dalam satu warsa
Kesempatan yang menjadi manis karna adanya
Namun menjadi pahit karna akan segera hilangnya

Hingga kesempatan kali ini akan kembali habis,
Banyak yang belum tersampaikan
Banyak yang belum dipastikan
.
.
Akankah semua ini berulang kembali,
Di tahun dan tahun selanjutnya?
.
.
Perlukah aku, 
menyalahkan jarak antara Bandung dan Ibukota
Atau salahkah bulan, yang menjarakkan Juli dengan Januari?





***

(Diadaptasi dari cerita perjuangan hati seorang teman di kota bunga sana :) )