Sunday, March 20, 2016

Tentang Hulu

Sungai terus mengalir
Semakin berat arus yang didayung menjauhi hulu yang sejatinya disebut rumah
Namun tersesat aku belakangan ini
Jika kamu kira tersesatku dalam perjalanan itu, kau salah
Tersesatku ada dalam kepulangan ini
Dalam hulu ini
Sesat ini sangat melelahkan karena dimana kamu rasa kamu bisa beristirahat, kamu tidak bisa
Sesat ini sangat pilu karena dimana kamu rasa kamu dapat melepas kerinduan, kamu terasing
Realita telah merampas tawa dan meubah jiwa 
Memperpanjang malam dengan api yang menyesakkan
(Semakin).. 
Kehilangan ku atas pertahanan yang selama ini dibangun
Kehilangan ku atas hangat yang selalu dirindu
.
.
Namun di antaranya aku bersyukur.

Karena di tengah keterasingan, cahaya berpendar aku temukan
Cahaya yang sedari lahirku menghidupkan
Cahaya yang sinarnya mulai meredup namun sekuat tenaga ia pertahankan..
Karena tatihnya, ia masih punya aku; satu harapan yang tersisa. 
Aku lega. 
Aku tersenyum.
Aku pun paham, cahaya satu ini tidak akan benar-benar padam dan tidak akan pernah buat aku terasing sepanjang perjalanan, 
sejauh apapun hilir ku kunjungi dan selama apapun aku kembali. 

Ibu,
Tenang.. Aku akan selalu ada.
Janjiku boleh kau pegang.

5 comments: